The Primary Role of the Management Representative

The Primary Role of the Management Representative

Pada sesi keempat Kenn’s Talk & Discussion, para Kenn’s Speaker membahas tentang bagaimana fungsi dan peran Management Representative tidak hanya diwakili oleh posisi-posisi strategis dalam Perusahaan, namun juga melingkupi posisi-posisi struktural yang memiliki peran sebagai seorang perwakilan perusahaan, salah satunya posisi Security & Secretary. Kedua fungsi dan peran Security & Secretary sebagai Management Perusahaan disampaikan dengan baik oleh Kenn’s Speaker sebagai landasan dasar untuk memiliki dan mencapai tujuan bersama yang utuh antar karyawaran dan perusahaan.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Ramses Aditya selaku Director PT Sigap Dasa Perkasa (SDP) dengan tema: “A Brief About PT Sigap Dasa Perkasa: The Obligatory Characteristics of A Great Security Officer”. Objektif penyampaian materi ini berfokus pada pengenalan kegiatan usaha SDP yang berfokus pada Jasa Penyediaan Tenaga Keamanan dan Tenaga Kerja. Dalam proses penyampaian materinya, Ramses menekankan pada esensi dasar dan penting untuk dimiliki oleh setiap Tenaga Keamanan & Tenaga Kerja SDP sebagai salah satu posisi Management Representative di lapangan.

Di sela-sela penyampaian materi, Ramses juga menyampaikan perjalanan bisnis SDP yang didirikan pada 27 Januari 2011. Pada sesi ini, beberapa karyawan SDP yaitu Ngatiyono, Triswiyono, Dini Widyawati, Giovanna Surya Kencana dan Heri Sutarmo juga ikut berbagi kisah tentang perjalanan SDP sebagai salah satu entitas usaha Priatman Group yang seiring berjalannya waktu terus mengalami perkembangan bisnis yang positif. Sesi pertama ditutup dengan Jargon SDP yang dipimpin oleh Triswiyono dan disuarakan dengan lantang oleh seluruh karyawan yang hadir.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi sesi 2 oleh Buthy Finisya selaku Secretary to Chairman Kennlines Capital Group dengan tema: “Fundamental Skills for Success as A Professional Secretary”. Pembahasan ini menekankan pada peran Secretary sebagai posisi strategis di level Management Representative yang bertugas untuk dapat membantu pimpinan dalam menjalankan posisi manajemen di sebuah perusahaan. Dalam sesinya, Buthy menyampaikan Paradigma yang harus dimiliki oleh Secretary melalui penyampaian materi Soft Competency dan Integrated Behaviour Competency serta beberapa contoh peragaan.

Di akhir sesi, Buthy menutup sesi dengan kesimpulan bahwa, menerapkan tata karma yang baik adalah penting bagi seorang sekretaris agar dapat menjalin relasi yang baik, dari segi iinternal maupun eksternal perusahaan. Disamping itu, sebagai representatif dari perusahaan, dengan tata karma yang baik, seorang sekretaris juga turut menjaga nama baik perusahaan.Kenn’s Talk & Discussion adalah adalah program employee engagement kolaborasi departemen Corporate Communication dan Organization & Human Capital Management Kennlines Capital Group yang memiliki objektif utama  sebagai program pengoptimalan seluruh potensi karyawan dengan penyediaan forum komunikasi dan diskusi secara berkala. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara aktif dan terbuka tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu.

Leave a Reply

Close Menu

IRVAN BACHTIAR

Senior Advisor

Berkat keahlian dan pengalamannya, Irvan Bachtiar mendirikan usaha bisnisnya sendiri yang bergerak di bidang pembangkit listrik dan kompresor gas. Perusahaan yang didirikan pada 2014 tersebut diberi nama PT Gama Energi Persada.

Untuk mencapai kesuksesan kariernya seperti saat ini, butuh 15 tahun pengalaman yang harus ditempuh oleh Irvan Bachtiar. Pengalamannya pun tak hanya satu bidang, tapi juga di berbagai sektor. Antara lain pertambangan, energi, dan juga telekomunikasi. Beliau pernah meniti karier di berbagai perusahaan lokal seperti PT Sumberdaya Sewatama dan PT Aplikanusa Lintasarta, serta perusahaan internasional seperti PT Atlas Copco Indonesia.

Sebelum mulai mengasah keahlian di dunia kerja, Irvan Bachtiar mengemban pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung. Tidak sampai di situ, beliau kemudian melanjutkan pendidikan ke Program Pascasarjana di Universitas Indonesia.

MARGIONO MUSTAFA

Senior Advisor

Keahliannya dalam bidang energi didapatkan Margiono Mustafa melalui segudang pengalaman kerja profesional. Dimulai dari menjadi pengajar di Training Center PT. United Tractors, Jakarta, beliau berfokus membangun karier hingga ke jenjang Komisaris di PT. Mahesa dari tahun 2004.

Pria kelahiran 12 Maret 1948 ini merupakan lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia pada tahun 1974. Tidak berhenti di situ, pada thaun 1992 beliau melanjutkan pendidikannya di MBA Program Indonesia Institute of Management Jakarta, yang bekerjasama dengan Pittsburg State University, Kansas, Amerika. Beberapa pelatihan pun pernah diikutinya, seperti Factory Test, Seminar, Design and Review the Bid Specification di Jepang, Eropa, dan Amerika.

TUNDJUNG INDERIAWAN

Senior Advisor

Tundjung Inderiawan mengawali jenjang kariernya dengan menempuh pendidikan di jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung. Tidak hanya memiliki pengalaman kerja sebanyak kurang lebih 20 tahun, beliau juga sempat mengikuti pelatihan-pelatihan yang berlangsung di berbagai negara, seperti Australia, Jerman, dan tentunya Indonesia.

Beberapa proyek besar juga sempat dikerjakan oleh beliau. Sebut saja Development and Rehabilitation of Java and Sumatera Railway, Track reactivation of Bogor – Sukabumi – Cianjur Line, Double tracking of Java north line Jakarta–Surabaya, dan masih banyak lagi. Pengalaman-pengalaman profesional tersebutlah yang kemudian membawanya untuk dipercaya dalam membangun Kennlines Capital.

DJOEWIATI K. SOEBRATA

Chief Internal Auditor & Risk Management

Sebagian besar karier dan pengalaman profesional dari Dojewiati Kentjana Soebrata, atau Wita Soebrata, telah tertuang dalam bidang keuangan. Beliau memiliki latar belakang dalam hal konsultasi pajak, pemasaran, dan juga pengaturan bisnis.

Pengalaman kerja di berbagai sektor perbankan, baik domestik maupun internasional, telah ditempuhnya sejak 1998 hingga 2007. Tepatnya dalam bidang Manajemen Aset, Perbankan Konsumen, dan juga Perbankan Korporat. Barulah pada 2008, beliau mulai bergabung sebagai Komisaris di Kennlines Capital.

Sebelum memasuki dunia profesional, Wita Soebrata mengenyam pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis di Universitas Parahyangan, Bandung. Selain itu, beliau juga memiliki akreditasi profesional BREVET B dan C, Pelatihan Penilaian, dan juga Perdagangan Keuangan.

PRIAMBODO TRISAKSONO

Chief Executive Officer

Donny Priambodo telah bergabung bersama Kennlines sejak 2007 dan menempati posisi sebagai Managing Director. Sebelumnya,beliau telah memiliki lebih dari 20  tahun keahlian dalam bidang keuangan, konsultasi, dan evaluasi proyek-proyek pembangunan senilai US$ 100 juta, dalam berbagai segmen usaha kecil menengah, komersial, dan korporasi di seluruh wilayah Indonesia.

Donny Priambodo juga berpengalamanmenjadi konsultan pemerintah dan perusahaan swasta untuk menangani masalah transportasi kota, pengolahan air, perumahan umum, kota industri dan pembangunan komersial, serta pembangkit listrik di Indonesia. Saat ini, beliau terlibat dalam pengembangan proyek infrastruktur pembangkit listrik, Light Rail Transit (LRT), dan proyek-proyek besar lainnya.

Secara akademis, ia meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Airlangga. Kemudian melanjutkan studinya sebagai Magister Notaris di Universitas Indonesia.

MIRZA WHIBOWO SOENARTO

CHAIRMAN

Pada September 2005, Mirza Whibowo Soenarto mendirikan PT Kennlines Capital dan menjadi penanggung jawab atas semua investasi yang berada di bawah naungan Kennlines Capital Group. Beliau juga berperan penting dalam proyek besar penggalangan dana, restrukturisasi utang, serta merger dan akuisisi dalam grup dan mitra.

Dengan pengalaman bisnis dan profesional lebih dari 20 tahun di bidang perbankan, keuangan dan investasi, beliau akhirnya  kini menetapkan cita-citanya untuk memperluas dan mengembangkan beberapa bisnis UKM di bidang transportasi, modal ventura, fintech start-up, keamanan, perdagangan, dan konstruksi. Dengan latar belakang yang kuat dan keterampilan dalam pengembangan proyek, membuat Mirza turut terlibat dalam sejumlah proyek infrastruktur pemerintah yang sukses di bidang telekomunikasi, tenaga listrik, dan konstruksi, bersama dengan rekan-rekan jaringan yang berasal dari berbagai negara di luar negeri.

Ia menyelesaikan program Master of Arts di International Finance dari University of San Francisco, Program Administrasi Bisnis di UC Berkeley Extension dan lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti di Jakarta.