The Simple Way to Save The World Trough the Behaviour of Daily Works

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional yang jatuh pada tanggal 10 Januari 2020 lalu, Kennlines Capital Group ikut memperingati salah satu momentum terbesar di Indonesia melalui kegiatan Kenn’s Talk & Discussion. Pada Sesi ini tema yang diangkat adalah: “The Simple Way to Save The World Trough the Behaviour of Daily Works” yang merupakan tema turunan dari tema besar Bulan Januari, yaitu: “More Productive, Less Paper Work and Make the Better World”. Tema ini berfokus pada pesan bekerja lebih produktif dengan mengurangi penggunaan  kertas dalam setiap aktivitas kerja di kantor untuk memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keseimbangan di Bumi.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Henri Toto Riyadi selaku Director PT Mandalika Wilasita Sajiwa (MWS) dengan tema: “The Friendly Creative Industry as an Environment Movement Campaign”. Henri menuturkan tentang kerangka besar industri kreatif yang merupakan fokus usaha utama dari MWS. Melalui pemaparan ini, Ia menekankan pada pentingnya proses pengembangan konten yang unik dan memiliki identitas untuk memupuk budaya industri kreatif yang terus bergerak seiring dengan perkembangan teknologi.

Sebagai salah satu SBUs yang bergerak di industri kreatif, Henri juga menambahkan pada sisi kegiatan usaha yang ramah lingkungan. Kreativitas dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan di Bumi harus menjadi pilar utama dalam melakukan eksekusi industri kreatif. Salah satunya adalah kegiatan karnaval busana Jember Fashion Week (JFW) yang merancang dan membuat busana tampil menggunakan bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Sesi ini ditutup dengan perkenalan produk kreatif dari MWS yang merupakan salah satu karya di industri kreatif berupa alat musik gitar.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi sesi 2 oleh Iwan Eka Nugraha selaku Operational Staff PT Abadi Niagatama dengan tema: “Towards Environmentally Friendly Living Company”. Pemaparan ini mengacu pada referensi buku berjudul The Living Company yang ditulis oleh Arie De Geus tahun 2000. Perusahaan dapat diinterpretasikan sebagai mahluk hidup yang ingin terus tumbuh, berkembang, sehat, berusia panjang dan tentunya akan ada masanya untuk mati. Teori Living Company menekankan pada bagaimana Perusahaan bisa merancang keberlangsungan usia dalam jangka yang panjang. Iwan menuturkan bahwa Perusahaan harus memiliki karakteristik Learning, Persona (Identity), Ecology dan Evolution untuk menjaga keseimbangan dalam kegiatan.

Menurutnya, teori ini juga berfokus pada hubungan mutualisme perusahaan dan karyawan. Keduanya perlu bergerak beriringan sehingga cita-cita yang ingin dicapai oleh perusahaan bisa terwujud. Tidak lupa, pada sesi ini Iwan juga menambahkan bagaimana kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup adalah satu hal yang perlu diterapkan. Pada dasarnya, membiasakan diri melakukan aksi ramah lingkungan dapat mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan, baik secara operasional maupun reputasi. Menjelang akhir sesi, Maya Idruss selaku Moderator memfasilitasi kegiatan diskusi dalam bentuk mengajukan pertanyaan “Apa yang diharapkan karyawan dari Perusahaan?”.

Kegiatan diskusi ini dilakukan untuk menampung seluruh aspirasi dari karyawan kepada perusahaan. Hasil dari diskusi akan diolah oleh Corporate Communication Departmen untuk selanjutnya bisa diajukan kepada pihak manajemen. Selanjutnya, sebagai bentuk komitmen dalam kampanye lingkungan hidup yang digalakkan, di akhir sesi juga dilakukan diskusi terkait bentuk-bentuk aksi yang akan dilakukan. Setelah proses pengumpulan ide, Harits Muhammad Albar, Muhammad Arsyandra Bakrie, Firza Aminurrahman, Dini Widyawati dan Indira Salsabila Bidianto terpilih sebagai penggagas dari kegiatan kampanye lingkungan hidup di Kennlines Capital Group.

Kenn’s Talk & Discussion adalah adalah program employee engagement kolaborasi departemen Corporate Communication dan Organization & Human Capital Management Kennlines Capital Group yang memiliki objektif utama  sebagai program pengoptimalan seluruh potensi karyawan dengan penyediaan forum komunikasi dan diskusi secara berkala. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara aktif dan terbuka tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu.

Leave a Reply